Latest News

Showing posts with label Energi - Sel Surya. Show all posts
Showing posts with label Energi - Sel Surya. Show all posts

Tuesday, September 6, 2011

Konsentrator Sel Surya Murah Berbasis Balon Aluminium

Usaha untuk mempermurah sistem tenaga surya bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satu perusahaan yang baru saja muncul CoolEarth mencoba mengurangi jumlah sel surya yang perlu untuk digunakan dengan mengkonsentrasikan cahaya matahari ke sel-sel berefisiensi tinggi. Selama ini ditinjau dari segi efisiensi dan harganya, ada 2 sel surya yakni sel surya yang efisien namun mahal dan sel surya yang relatif lebih murah namun tidak efisien.
Menurut pendekatan umum yang praktis dilakukan di kalangan industri, lebih cenderung mengembangkan sel surya efisiensi rendah (10-15%) yang memiliki harga yang murah. Dengan cara ini dipercaya bisa menekan harga sehingga solar cell bisa digunakan secara luas. Sebenarnya banyak teknologi Solar Cell dengan efisiensi mencapai lebih dari 25% namun terlalu mahal dan sementara ini dianggap hanya bisa digunakan pada skala laboratorium atau aplikasi yang langka seperti untuk mencatu daya satelit tenaga surya.

Sel surya berefisiensi tinggi yang mahal ini sebenarnya masih memiliki potensi untuk digunakan dalam aplikasi nyata. Dengan memusatkan tenaga surya ke satu titik, kita bisa menggunakan sel surya berefisiensi tinggi dalam jumlah yang sedikit sehingga menghemat biaya. Akan tetapi untuk memusatkan tenaga surya, diperlukan cermin pemusat yang harganya cukup mahal. Hal ini membuat perusahaan CoolEarth berusaha membuat cermin pemusat tenaga surya menggunakan balon aluminium.

Prinsip dari konsentrator ini adalah dengan menggunakan cermin cekung dari kertas aluminium foil pada bagian bawah solar cell. Cermin kertas aluminium foil ini memantulkan cahaya matahari dari atas dan memusatkannya ke satu titik. Menurut klaim dari CoolEarth, daya yang dihasilkan dari sistem konsentrator ini bisa mencapai 300x daya yang dihasilkan cell tanpa pemusatan.

Kertas aluminium foil yang digunakan adalah bahan murah yang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan seperti burger atau kentang dll. Clear Top Film, yakni lapisan plastik transparan yang berada diatas berguna untuk melindungi sel surya dari berbagai gangguan cuaca. Walaupun sekilas terlihat tidak kokoh, tetapi sistem balon aluminium ini bisa menahan gangguan angin sampai 125 mil/jam.

Menurut Dr.Eric Cumming, pendiri dari CoolEarth menyatakan bahwa inovasi ini mereka lakukan untuk mencari sumber energi bersih yang benar-benar bisa digunakan dalam skala global. Teknologi yang terlalu rumit, atau mengandalkan sumber daya alam yang langka tidak bisa diandalkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, dengan berusaha mencari solusi yang sederhana adalah mungkin untuk menyelesaikan masalah energi secara lebih efektif.

Sumber:
http://www.coolearthsolar.com/news/2008-02-14
http://www.treehugger.com/files/2008/02/cool_earth_gets.php
http://netsains.com/2011/03/konsentrator-sel-surya-murah-berbasis-balon-aluminium/

Monday, August 15, 2011

Sel Surya, Sumber Energi yang Tidak Akan Habis

Permintaan akan kebutuhan energi setiap tahunnya terus bertambah, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat. Selama bertahun-tahun, energi fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) merupakan sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Namun, sumber energi ini merupakan sumber energi yang akan habis dan tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, demi memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat, para peneliti di dunia terus mengembangkan sumber energi alternatif yang dapat dipergunakan sebagai pengganti energi fosil. Salah satu sumber energi alternatif yang cukup populer adalah energi sinar matahari. Energi sinar matahari atau yang sering disebut dengan energi surya, merupakan energi yang berasal dari matahari dan termasuk golongan sumber energi yang tidak akan habis dan tidak terbatas jumlahnya.

Potensi matahari sebagai sumber energi sangat besar. Hal ini dikarenakan jumlah energi matahari yang sampai ke bumi sangat besar, sekitar 700 Megawatt setiap menitnya. Negara-negara yang berada di garis khatulistiwa memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi ini, karena intensitas sinar matahari pada daerah ini cukup besar dan stabil sepanjang tahun, yaitu sekitar 4,8 kWh/m2/hari. Energi surya semacam ini merupakan modal dasar untuk pengembangan sumber energi terbarukan dengan konversi energi surya menjadi listrik melalui sel surya.

Sel Surya

Sel surya bekerja menggunakan energi matahari dengan mengkonversi secara langsung radiasi matahari menjadi listrik. Sel surya merupakan perangkat semikonduktor yang terdiri dari diode tipe p-n (p-n junction) yang mampu mengubah energi cahaya (foton) menjadi energi listrik. Perubahan energi ini biasa disebut dengan efek fotovoltaik.

Efek ini ditemukan oleh Becquerel pada tahun 1839 pada saat Alexandre-Edmond Becquerel mendeteksi adanya tegangan foton ketika sinar matahari mengenai elektroda pada larutan elektrolit. Sel surya pertama kali dibuat oleh Charles Fritts pada 1883 yang melapisi semikonduktor selenium dengan lapisan emas yang sangat tipis untuk membentuk junction. Era modern dalam pembuatan sel surya dimulai pada 1954, pada saat Bell Laboratories bereksperimen dengan semikonduktor dan menemukan bahwa silikon yang didoping dengan beberapa bahan memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap cahaya.

Prinsip Kerja Sel Surya Silikon

Semikonduktor tipe-n bisa didapatkan dengan mendoping silikon dengan unsur dari golongan V sehingga terdapat kelebihan elektron valensi dibanding atom sekitar. Sedangkan semikonduktor tipe-p diperoleh dengan doping oleh golongan III sehingga elektron valensinya kurang satu dari atom sekitar. Daerah yang ditinggalkan elektron ini disebut dengan hole. Ketika kedua material tersebut mengalami kontak, maka kelebihan elektron dari tipe-n akan berdifusi ke tipe-p sehingga area doping-n akan bermuatan positif sedangkan area doping-p akan bermuatan negatif. Medan elektrik yang terjadi antara keduanya mendorong elektron kembali ke daerah-n dan hole ke daerah-p. Pada proses ini terbentuklah p-n junction.

Pada saat cahaya mengenai permukaan silikon pada sel surya, ada beberapa hal yang mungkin terjadi. Pertama, foton akan menembus silikon. Hal ini biasanya terjadi pada foton yang memiliki energi yang rendah. Kedua, foton akan dipantulkan oleh permukaan. Ketiga, foton akan diserap oleh silikon. Ketika foton diserap oleh silikon, maka hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya panas maupun membentuk pasangan elektron-hole yang terjadi ketika energi foton yang datang lebih tinggi daripada lebar pita energi silikon. Apabila ditempatkan hambatan pada terminal sel surya, maka elektron dari area-n akan kembali ke area-p sehingga arus akan mengalir.

Pemanfaatan energi surya sangat menjanjikan bagi pengembangan energi terbarukan di negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa. Sumber energi fosil yang semakin menipis, sangat mendesak penggantian pemanfaatan energi lain yang lebih memiliki prospek di masa mendatang.

Sumber:
1. Septina, Wilman, Pembuatan Prototipe Solar Cell Murah dengan Bahan Organik-Inorganik (Dye-sensitized Solar Cell), Laporan Penelitian Bidang Energi, Bandung, 2007.
2. Suherdiana, Rudi, Pembuatan Prototipe Dye Sensitized Solar Cell Berbasis Nanopori Semikonduktor Anorganik, Laporan Akhir Lomba Karya Ilmiah Antar Himpunan Mahasiswa, Bandung, 2007.
3. http://majalahenergi.com/terbaru/sumber-energi-yang-tidak-akan-habis